A directory

Aktivitas Bareng Anak di Sisa Liburan

   


Liburan menjadi momen yang ditunggu apalagi bagi keluarga kami yang baru bisa kumpulan bareng pada liburan lebaran yang setahun sekali ini. Tentu saja, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan apa saja aktivitas bareng anak yang seru, mengasyikkan dan menambah kelekatan antara orangtua dan anak. Liburan di penghujung Ramadan dengan kondisi masih berpuasa dan waktu libur yang hanya 15 hari harus diupayakan agar maksimal. Maka, kami harus memilih kegiatan yang bisa bareng anak-anak tiap tidak menyita waktu.

Anak-anak baru memasuki masa liburan ketika Ramadan sudah masuk di hari ke 25, kurang dari 4 atau 5 hari sebelum lebaran tiba. Itu pun, harus menunggu mereka tiba di rumah satu per satu di hari dan kota yang berbeda. Dari Surabaya tiba hari Senin, dari Yogyakarta tiba hari Selasa, dan yang dari Jakarta tiba hari Rabu. Setelah kumpul kami masih disibukkan dengan kegiatan i'tikaf Ramadan jadi terbagi dua kelompok, laki-laki di masjid Al Muhajirin dan perempuan di masjid Alam Semesta. Bisa barengan kembali ketika H-1 lebaran.

Serunya ketika kumpul bareng anak-anak


Menjadi orangtua yang anak-anak sudah berdiaspora ke berbagi daerah bahkan luar negeri, menerima kembali kehadiran anak-anak di rumah menjadi sesuatu yang sangat berharga, membahagiakan. Meski hadirnya momen ini cukup menyita waktu dan tenaga juga biaya.

Menjelang Ramadan, sudah mulai menyiapkan rencana kepulangan mereka. Chit-chat grup wali santri luar pulau untuk koordinasi perpulangan. Membeli tiket pesawat yang jam take offnya sama dengan teman-teman satu rombongan agar bisa mendapatkan travel yang mengantar mereka dari asrama ke bandara.

Menjelang anak-anak pulang, mulai beberes rumah, menyiapkan kamar-kamar mereka. Lalu belanja stok makanan yang bisa dikonsumsi anak-anak. Mereka harus wara' terhadap makanan sehingga punya preferensi makanan yang diperbolehkan untuk dimakan terutama untuk protein hewani. Semua jenis ikan boleh, tapi daging tidak. Untuk ayam, bahkan harus menyembelih sendiri. Menjelang balik asrama nanti, kembali berkoordinasi dengan grup walsan untuk penjemputan di bandara sampai ke asrama. Menyiapkan oleh-oleh serta perlengkapan buat di asrama. Apalagi, salah satu anak akan berangkat ke Turki, dan sederet perlengkapan harus disiapkan.

Begini ini kegiatan rutin tiap anak asrama pulang liburan. Happy sih, rumah yang tadinya sepi kembali menjadi ramai, dapur semarak dengan aroma masakan tiap hari, jadi semangat memasak karena ada yang menghabiskan. Bahagia bisa menghidangkan masakan kesukaan anak-anak.

Keseruan aktivitas bareng anak yang  di sisa liburan


Usai i'tikaf dan memasuki malam lebaran, kami kembali ke rumah. Kumpul bareng lagi, sambil menyiapkan pernak pernik lebaran kami akan ngobrol bareng, dan bermain bareng. Wah ini seru sekali. Mendengar cerita dan celotehan mereka itu menyenangkan. Apalagi cerita - cerita lucu mereka selama di asrama. Selain itu, apa saja sih aktivitas bareng anak-anak di sisa liburan Idulfitri kemarin?

Silaturahmi ke sanak kerabat


Lebaran di negeri kita ini identik dengan silaturahmi dan bermaaf-maafan. Ini tradisi yang sudah turun temurun dan menjadi sesuatu yang membuat lebaran itu semakin semarak. Di hari ke dua lebaran kami memutuskan untuk silaturahmi bareng ke rumah-rumah kerabat. Selain merayakan lebaran dan meminta maaf, momen ini juga menjadi ajang berpamitan dan memohon restu karena sebentar lagi si nomor 5 akan berangkat ke luar negeri.

Jalan - jalan bareng


Setelah agenda silaturahmi selesai, jalan-jalan jadi pilihan mengisi liburan lebaran ini. Ya kali, saat bisa kumpul gini kapan lagi. Sejak awal, mengingat waktu liburan yang tersisa tidak lama, kami memilih jalan-jalan ke tempat yang tidak jauh dari rumah.

Tenggarong jadi pilihannya, selain dekat juga sembari melanjutkan sisa silaturahmi pada salah satu kerabat yang tinggal di sana. Meski bukan yang pertama kali, jalan ke Tenggarong masih asyik juga. Anak-anak kembali mengunjungi masjid tua di tengah kota, kedaton Kutai Kartanegara, museum, dan menikmati kuliner kota Tenggarong. Jalan-jalan dan makan, seperti saudara kembar yang tak terpisahkan.

Kulineran seputar kota Samarinda


Salah satu agenda keluarga kami ketika kumpul begini adalah halaqoh keluarga offline. Kegiatan ini sebenarnya terinspirasi ketika anak-anak masih kecil, dan suka dibawa kemana saja ortunya halaqoh atau liqo. Bagi mereka, liqo itu menyenangkan karena setelahnya akan ada acara makan-makan. Setelah anak-anak mulai besar, kami menghidupkan halaqoh keluarga yang isinya kami bersembilan, orangtua dan 7 anak. Halaqoh akan diakhiri dengan makan bareng, dan itu menyenangkan. Saat berjauhan pun kami melakukan halaqoh online. Tentunya makan bareng di tempat masing-masing.

Di sisa liburan ini kami halaqoh keluarga di sebuah tempat makan yang radom aja nyarinya. Hanya ingin yang lebih privat sehingga bisa enak ngobrolnya. Ketemulah tempat dekat rumah namanya Rumah Kedua. Tempatnya asyik, menunya juga lumayan. Anak-anak yang harus hati-hati mengkonsumsi protein hewani bisa masuk dengan menu seafood.

Tempat selanjutnya yang jadi pilihan untuk kuliner adalah Kampung Kecil, tempat makan bernuansa bambu dengan menu kuliner Sunda ini cocok juga untuk anak-anak. Pokoknya apapun resto atau rumah makannya, seafood akan jadi pilihan. Yang penting bisa kumpul bareng, ngobrol bareng dan makan bareng. Bahagianya disitu.

Jalan dari toko ke toko dan pasar


Sisa liburan kali ini juga jadi acara berburu perlengkapan si nomer 5. InsyaAllah bulan Juli atau Agustus nanti mbak yang satu ini akan melanjutkan studinya ke Turki. List perlengkapan yang harus disiapkan sudah diinformasikan jauh-jauh hari. Khawatir tidak sempat membersamai membeli perlengkapannya nanti, sisa liburan ini kami jalan dari toko ke toko dan pasar untuk memenuhi kebutuhannya. Alhamdulillah akhirnya dapat juga yang diharapkan, meski kaki lumayan gempor tapi senang bisa membersamai anak-anak belanja kebutuhan mereka.

Sekarang saatnya packing dan mengantar mereka satu persatu kembali ke tujuannya masing-masing. Jakarta, Jogja dan Surabaya. Liburan telah usai.
Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

Posting Komentar