A directory

Cara Branding Di Media Sosial Dan Tips Mengabadikan Objek

2 komentar

 

Cara branding di media sosial


Hai pembelajar, coaching bareng Growthink kali ini akan mengulas cara branding di media sosial. Eits....bukan itu saja sih, ada satu lagi tips menarik yaitu mengabadikan objek mengunakan kamera smartphone. Seru pastinya, apalagi disampaikan dengan jelas dan gamblang oleh dua coach keren yaitu Mas Ilham Sadli dan Mbak Gilang Maulani.

Sengaja aku pakai sapaan Mas dan Mbak ya, biar lebih jelas gendernya. Karena kalau pakai Kak ntar Mbak Gilang disangka cowok lagi seperti aku pada awal mula ketika mendaftar acara webinar marathon bareng Growthink ini. Aku aja kali’ yang lain enggak, orang jelas gitu. Ya udahlah....ngaku aku salah sangka.

Setelah acara yang dibuka oleh Mas Irwin Andriyanto, tepat pada pukul 19.30 WIB , ini yang aku suka. Sejak hari pertama webinar ini, acara selalu dibuka tepat waktu. Satu lagi karakter baik yang aku temui dan dicontohkan oleh para coach blogger. Keren deh. Makanya beruntung banget ikutan acara seperti ini, selain mendapat ilmu ngeblogging juga mendapat contoh karakter -karakter baik. Semoga tertular dengan yang baik-baik ini ya.

Seperti Mas Irwin yang tak berpanjang kata dalam membuka acara pada webinar hari kedua ini, aku juga langsung saja akan menuliskan resume hasil webinar malam kemarin tentang Tips Menaikan pageview blog kita

Cara Branding Di Media Sosial Dan Memancing Interaksi

Sejak jaman milenial ini, media sosial sudah tak asing lagi, ya kan. Siapa sih yang nggak kenal facebook, instagram, twitter dan banyak lagi lainnya. Setidaknya tiga besar media sosial itu sudah dikenal luas di berbagai kalangan, dari anak muda hingga emak-emak.

Pada perkembangannya, media sosial tidak sekedar buat bersenang-senang atau hiburan semata, menemukan teman yang lama tak bersua, atau bersilaturahmi jarak jauh, namun juga bisa menjadi sarana belajar, promosi, berjualan hingga membranding diri. Terlebih dimasa pandemi ini, semua yang dahulu dilakukan secara luring, kini menjadi daring karena ada jarak diantara kita.

Lalu tentang membranding diri, perlukah? Jika calon-calon yang mau dipilih pada pemilihan umum saja perlu membranding diri, apalagi kita, para blogger yang ingin artikelnya dinikmati oleh orang banyak sehingga bisa menebar manfaat. Tentu butuh branding dong.
Kita ingin dikenal dengan apa dan sebagai siapa, itu perlu agar tulisan kita dinikmati oleh audien yang tepat. Begitu!

Nah sebelum mulai membranding diri, kita harus tahu dulu nih apa manfaat media sosial bagi blogger. Menurut Mas Ilham setidaknya ada empat manfaat medsos bagi blogger. 

Manfaat Media Sosial Bagi Blogger

Satu : Sebagai sarana menjaga silaturahmi, blogger dengan pembaca atau audien adalah dua unsur yang tak terpisahkan. Agar hubungan antara blogger dengan pembaca terus terjalin, perlu adanya silaturahmi dan interaksi. Disini kita bisa memelihara audien kita.

Dua : Memperbanyak koneksi, dunia blogger perlu adanya jaringan. Dan media sosial adalah sarana yang bisa digunakan untuk membangun jaringan baik itu antar sesama blogger maupun blogger dengan pembacanya atau juga dengan klien yang mengajak kerjasama.

Tiga : Sebagai sarana branding, jelasnya di media sosial kita bisa menampilkan diri sebagai apa dan siapa. Apakah sesuai jati diri atau tokoh lain yang berbeda. Sebagai sang wise atau sosok yang romantis, sesuai sasaran yang kita tuju.

Empat : Media promosi blog, ini sih sebenarnya tujuan asli kita. Tapi nggak asyik kali’ jika kita tiba-tiba langsung promosi link atau tanpa ada caption sebelumnya langsung pasang link blog gitu aja. Tetep meski media sosial ini kita gunakan sebagai tempat promosi blog, interaksi dengan follower tetap harus kita bangun dengan cantik.

Bagaimana cara menentukan media sosial yang tepat untuk branding kita?

Berdasarkan survei, ada beberapa media sosial yang lazim digunakan hingga saat ini. Meski tanpa prosentase , berikut ini adalah media sosial yang paling populer. 
Facebook - Twitter  - Instagram  - Youtube -  Linked In - Snapchat - TikTok

Lalu yang mana yang cocok untuk branding?

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menentukan media sosial mana yang cocok sebagai sarana branding kita. Terlebih dahulu kita biasa melakukan: Riset dan pengamatan. Yap!
Riset dan amati, di mana audien kita berada. Ini bisa dilihat dari artikel-artikel kita sasarannya kemana, rentang usia berapa, jenis kelamin, dan sebagainya. Selanjutnya prioritaskan mana yang paling bagus prospeknya dan bagaimana kita mengolah media sosial kita.

Bagaimana cara branding di media sosial?

Pertama, tentukan dulu audiennya. Amati dan riset yang intens tentang rentang usia, pendidikan, kebiasaan, gaya hidup, jam online hingga hal-hal yang disukai.

Kedua, kita mau dikenal sebagai apa dan siapa ? Educator, parenting enthusiast, traveller, penyair romantis, orang yang bijaksana dan banyak lagi branding yang bisa kita lakukan. Satu hal yang harus diingat, jangan hanya berteman dan saling follow antar sesama blogger. Jaringan blogger kita luas tapi mempersempit target pembaca.

Ketiga, apa yang membedakan akun kita dengan akun orang lain. Tampilkan lah kekhasan dan keunikan kita bisa dari caption, foto yang kita tampilkan, vidio, bahasan, sudut padang lain dan banyak lagi yang ketika orang membaca akun kita langsung tergambar si pemilik akun.

Keempat, tentukan arah akun atau sasaran audien dengan mengunakan sapaan yang khas pada audien kita, misal gaes, frend, sist, bro dan sebagainya.

Kelima, konsisten posting, humble, dan sering-seringlah berinteraksi dengan audien. Balas lah setiap komentar dengan sopan, hindari perdebatan yang tak pelu, beri apresiasi yang sepantasnya pada audiens. Nggak mesti uang atau barang doang ya, misal pujian yang wajar dan tidak lebay.

Hal yang perlu diperhatikan ketika branding di media sosial

  1. Tentukan tujuan, untuk hiburan, inspirasi, informasi, edukasi, interaksi atau ajakan
  2. Karakter yang ditampilkan, lucu atau menyenangkan, berwibawa, ramah, supel dan inspiratif
  3. Bahasa yang digunakan, sederhana, santai, baku, formal dan komplek 
  4. Gaya Bicara, sopan, kocak, apa adanya, elegan , kritis, dewasa 
Yang mempengaruhi optimalisasi media sosial
  1. Konten : setiap platform memiliki konten masing-masing, misal twitter dengan tagar, ig dengan grafis, facebook dengan caption dan tiktok dengan vidio
  2. Konsisten : seberapa konsisten kita dengan platform tersebut, semakin kita sering mengunakannya maka traffic akan naik. Semakin jarang ya semakin tenggelam 
  3. Timing : adalah waktu yang tepat untuk memposting atau mengunggah konten kita. Amati momen ini sehingga kita punya timing yeng tepat 
  4. Audiance yang tepat : penting untuk mengetahui audience kita agar artikel kita tepat sasaran. 
  5. Ikuti tren : harus tapi tetap harus memilih dan memilah agar kita tak terbawa arus negatif tren. 
Terakhir mas Ilham berpesan bahwa:

Brand kita adalah apa yang orang katakan ketika kita tak ada di ruang itu” 

Media sosial bisa digunakan untuk branding blog kita. Sebaliknya blog juga bisa digunakan untuk membranding Media sosial kita. Jadi keduanya bisa dilakukan secara timbal balik. 
Mau tahu caranya, simak cara mengunakan blog untuk meningkatkan media sosial kita. 

Tips Mengabadikan Objek Dengan Kamera Smartphone

Tips mengabadikan objek  foto
Oke, lanjut pada sesi kedua tentang tips mengabadikan obyek atau memotret. Sudah jamak ya di masa
ini orang memotret. Nggak mesti menggunakan kamera mahal kayak jaman dulu, dengan gawai pun bisa, apalagi di jaman smartphone meraja lela, semua semudah mengerakkan jari. Jadi sebagai blogger melengkapi artikel dengan gambar, foto atau vidio itu kudu banget, terlebih jika semua itu punya kita sendiri pastinya akan ada nilai lebih. 

Manfaat Foto Dalam Artikel Blog

Pertama, melengkapi gambaran visual dari isi artikel yang sedang dibahas
Kedua, untuk menarik perhatian pengunjung
Ketiga, sebagai pembatas antar beberapa paragraf agar tidak lelah saat membaca artikel yang panjang
Keempat, kemunginan artikel dishare oleh pengunjung media sosial lebih besar

Sumber foto yang tersedia secara gratis

1. Dari situs penyedia gambar seperti pixabay, pexels, unsplash, flickr, freeimage
2. Dari jepretan sendiri

Mengapa harus mengunakan foto sendiri?

1. Tidak khawatir tentang copyright
2. Lebih dipercaya saat mengulas benda atau tempat
3. Gambarnya tidak pasaran
4. Bisa untuk branding
5. Bisa dapat backlink gratis

Kenapa mengunakan smartphone?

Kelebihan : dimiliki semua orang, mudah dibawa, tidak perlu repot transfer file, bisa diedit langsung di smartphone, dan cukup bagus untuk digunakan di blog dan media sosial
Kekurangan : bukaan lensa masih f22, sulit memotret dalam kondisi minim cahaya, jika dicetak ukuran besar pecah, rawan noise dan distorsi

Berikut tips dari mbak Gilang agar mendapatkan objek yang bagus dengan kamera smartphone

Pertama, persiapkan kamera dan printilannya seperti objek, tema dan lainnya 
Kedua , periksa spesifikasi kamera. Yang harus dipersiapkan adalah kamera dengan resolusi minimal 12 megapixel dan atur kualitas gambar di high quality. Jika resolusinya lebih rendah, tetap bisa terutama dari ponsel kelas atas.

“The picture is good or not from the moment it was caught in the camera” 

Ketiga, pencahayaan. Ada dua jenis pencahayaan yaitu alami dan buatan.
  1. Alami berasal dari matahari baik langsung maupun tidak langsung. Objek bisa diletakkan didalam ruangan dekat sumber cahaya atau di luar ruangan. 
  2. Buatan, kita bisa mengunakan cahaya lampu, minimal dua lampu belajar yang berwarna putih 
Kempat, tema dan komposisi. Tentukan terlebih dahulu tema sebelum memulai memotret, misal tema etnik tradisional, minimalis modern, kesehatan, kuliner dan sebagainya sehingga kita bisa memberikan properti yang sesuai dengan tema tersebut.

Komposisi:
  1. Simplikasi : memotret objek tanpa tambahan properti
  2. The rule of third : memotret objek yang posisinya ditempatkan pada sepertiga garis bantu atau grid atau persilangan garis horisontal vertikal 
  3. Dead center : objek diletakkan di tengah bidang gambar 
Kelima, pilih background ataupun alas yang sesuai dengan kebutuhan. Bisa yang alami seperti tembok atau alas kertas. Sebaiknya tidak terlalu banyak memasukkan warna, untuk makanan utamakan warna yang senada dengan objek. Begitu pun properti jangan sampai mengalahkan objek. Pilih angle yang sesuai dengan objek

Do’s And Dont’s dalam mengabadikan objek

Do’s ! yang sebaiknya kita lakukan

1. Lap lensa kamera agar tidak buram
2. Pakailah batuan tripot agar tidak goyah
3. Ambilah foto lebih dari sekali agar banyak pilihan
4. Gunakan garis bantu
5. Gunakan mode pro atau manual
6. Pakailah reflektor (pemantul cahaya)
7. Pakailah disffuser
8. Foto lah bersama produk
9. Lakukan editing secukupnya bisa dengan canva, snapseed, lightroom, picsart
10.Cari referensi untuk memperkaya ide

Dont’s! jangan lakukan ya 

1. Hindari cropping terlalu banyak
2. Hindari pengunaan flash
3. Jangan di zoom
4. Hindari mode bokeh/potret di smartphone yang kurang mumpuni
5. Hindari pemakaian kamera depan yang kurang mumpuni
6. Jangan mengubah warna asli dari produk, terutama jika produk itu kerjasama dengan klien.

Terakhir mbak Gilang berpesan, sering- seringlah berlatih memotret objek agar feeling serta kemampuan dalam memotret terasah sehingga semakin lama semakin bagus. Harus percaya diri karena bagus tidaknya hasil gambar kita tergantung selera.

Kesimpulan :

Coaching hari kedua ini semakin menambah wawasan dan menyadarkan aku, bahwa menjadi blogger itu tak sekedar menulis. Cara branding di media sosial dan tips mengabadikan objek menggunakan kamera smartphone juga materi yang sangat dibutuhkan oleh blogger terutama newbie macam aku ini.

Terima kasih buat para coach yang keren tapi humble dan tetap semangat menjadi blogger profesional!

Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

2 komentar

  1. Wow materinya lengkap sekali mbak 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak. Masih selesain tugas. Nanti gantian belajar pada blog teman-teman yang lain.

      Hapus

Posting Komentar