A directory

Septi Ayu Azizah : Blogger Dan Volunteer

28 komentar
Septi Ayu Azizah blogger dan volunteer sama serunya


Assalamu’alaikum
Hai Readers, speechless aku tuh kenal Septi Ayu Azizah. Segitunya...! Iya dong, keren banget deh anak muda ini. Mau tahu juga kan..? Yuuk kepoin profilenya disini.

Awalnya tuh ada titah dari coach Marita buat berpasangan dalam mengerjakan tugas ini. Jadi malam itu langsung woro-woro siapa yang bersedia menjadi pasanganku. Sebenarnya sih sudah naksir pada sebuah nama, Septi Ayu Azizah yang malam itu juga pas coment di grup, tapi malu aja mau nembak langsung. Nggak nyangka beliau langsung komentar mau, ya sudah jadi deh. Sederhana dan semudah itu mencari pasangan tugas, iyalah aku dapat pasangan hidup juga nggak pakai ribet kok.

Jadi ingat sebuah hadist yang berikut ini :

Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal diantara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing diantara mereka maka akan berpisah” (HR. Muslim : 6376)

Pantes, meski baru selintas lalu mengenal kok rasanya bisa langsung akrab gitu. Qodarullah. Hingga hari ketika kita posting link di whatApps grup pun bisa barengan meski nggak janjian. Makin tambah kepo kan, dan malam itu langsung ngeklik about me nya Mbak Septi dong. Wow... keren. Anak muda yang berjiwa sosial tinggi dan produktif.

Tentang Septi Ayu Azizah Dan Aktivitasnya

Perempuan kelahiran Banjarnegara Jawa Tengah ini, adalah salah satu alumni Sastra Indonesia di Universitas Diponegoro Semarang. Sejak kuliah, mbak Septi sudah aktif menjadi volunteer kemanusiaan, kalau ada musibah atau bencana alam langsung bergerak digaris depan. Keren bukan, disaat yang lain kuliah, belajar dan bersenang-senang, mbak Septi terjun langsung ke lokasi bencana.

Selain menjadi volunteer pada lembaga kemanusiaan Dompet Duafa, menulis juga merupakan kegemarannya. Menulis tentang banyak kisah dunia volunteer, menulis tentang organisasi kampus karena selain aktif sebagai volunteer, mbak Septi Ayu azizah juga aktif dalam organisasi baik didalam kampus maupun diluar kampus. Sering menjuarai lomba kepenulisan yang membawanya melangkahkan kaki hingga keluar negeri baik. Ke Istanbul Turki. Cerpen-cerpennya sering menjuarai lomba dan dibukukan dalam “Kumpulan cerpen kisah inspiratif”. Kemampuan menulis ini pun ia tularkan dengan menjadi mentor di kelas DNA writing Semarang.

Meski aktif dalam berbagai kegiatan dan bergerak dari satu bencana ke bencana yang lain sebagai relawan kemanusiaan, tak membuat kuliah mbak Septi berantakan. Justru prestasinya semakin melambung. Gelar mahasiswa berprestasi tingkat fakultas pun diraihnya. Bahkan Predikat lulusan terbaik sastra Indonesia disematkan padanya saat wisuda.

Kecintaan pada dunia pendidikan juga tak diragukan lagi. Pernah menjadi guru PAUD di Banjarnegara lalu relawan mengajar di desa produktif Rowosari Semarang dan pengampu kelas karakter pada Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Hingga kini pun, mbak Septi masih terus mengajar pada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Hikmah Depok Jawa Barat.

Septi Ayu Azizah dan Blog

Septi Ayu Azizah dan blog serta perniknya
Sebagai guru dan pengiat literasi sekolah mbak Septi perlu wadah yang tepat, dan blog adalah pilihannya. Mbak Septi mulai ngeblog sejak tahun 2012, karena tugas kuliah meski belum maksimal. Baginya blog adalah rumah yang berharga, tempat menyimpan ribuan kata. Itulah salah satu sebab mbak Septi berada di kelas blogspedia ini. Ingin mewujudkan blog impiannya, mempunyai blog profesional yang kece. Mozaik Kehidupan nama yang disematkan untuk blognya. Filosofi nama itu ada tentunya, mau tahu? 

Mozaik itu artinya kepingan. Menurut mbak Septi, mozaik kehidupan merupakan potongan kehidupan yang terkumpul menjadi satu. Pada setiap potongan itu terdapat kisah hidup yang penuh semangat dan mimpi serta harapan. Safari hidup si perentas batas adalah taglinenya. Bagi mbak Septi ngeblog passion atau iseng semua dipaparkan disini. 

Template blog mbak Septi, sementara ini masih mengunakan template bawaan blogger.com dengan domain juga masih blogspot. Tentunya nanti akan berganti template idaman yang sesuai dengan kepribadiannya yaitu suka dengan template sederhana dan elegan. Warna hijau berpadu biru menjadi warna pilihan dengan filosofi warna kesuburan, kesegaran, kedamaian dan keseimbangan. Warna hijau menurut mbak Septi mempresentasikan warna alam yang sarat akan harmoni serta memberi kesan relaksasi. Sedangkan biru diartikan kestabilan, kecerdasan, percaya diri dan kekuatan.

Niche blog, untuk blognya mbak Septi memilih niche lifestyle, alasannya agar lebih bebas berekspresi, mengungkapkan segala isi hati. Topik yang dipilih juga mewakili potongan perjalanan hidupnya yaitu education, motivation, love marriage, book reviw, journey dan blogging. Seru ya melihat topik yang ada di blog ini.

Meski sementara ini postingan di blog ini masih sedikit, itu karena blog yang baru dibuat yang memang spesial dicita-citakan menjadi blog profesional nanti. Samalah dengan blog aku, masih culun sebagai newbie. Masih harus belajar banyak membuat blog semakin baik lagi. Semoga mbak Septi konsisten mengisi blog ini karena akan banyak pelajaran dan hikmah yang berharga. Semangat!

7+ Q and A with Septi Ayu Azizah

Septi ketika di Istanbul Turki
Masih terus kepo dengan mbak Septi? Masih dong! Makanya aku mau Q dan A dengan mbak Septi biar kekepoanku terbayar. Jadi setelah mengulik about me nya mbak Septi makin penasaran dong, ini orang banyak banget prestasinya. Masih muda, jiwa sosialnya tinggi dan produktif pula. Penasaran dong gimana melakukan semua itu, iya kan? Baik langsung saja aku kirim pertanyaan-pertanyaan ke mbak Septi. Stsss, dia masih ngajar rupanya. Sabar ya. 

1. Kota Kelahiran Dan Masa Kecil

Tadinya aku bertanya-tanya Mbak Septi ini orang mana sih kok kuliah di Semarang dan tinggal di Depok? Eh iya di about me sudah dijelaskan kalau ia lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah bagian barat. Menghabiskan masa kecil dengan bahagia di kota ini, lalu menanjutkan kuliah di Semarang. Setelah menemukan jodoh, mbak Septi mengikuti suaminya berdomisili di Depok Jawa Barat hingga sekarang.

2. Asal Mula Jadi Voluteer

Awalnya karena trauma masa kecil saat melihat sering terjadi bencana tanah longsor di Banjarnegara. Rasa trauma itu bahkan membuatnya susah tidur, selalu terngiang-ngiang suara ambulance yang sering lewat di depan rumahnya. Sering juga dihingapi rasa cemas yang berlebihan.

Ketika kuliah, mbak Septi mendapat beasiswa studi dari ETOS , dari situlah ia banyak belajar dengan lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa, mengikuti program-program pembinaanya, sekaligus mengobati trauma dengan terjun langsung menjadi volunteer. Dari sinilah rasa trauma masa kecil itu perlahan terkikis meski ketika dilokasi bencana masih suka miris dan sedih. Tapi justru mbak Septi banyak belajar, terlebih kehadiran para volunteer sangat dibutuhkan dan bermanfaat banget bagi orang-orang yang mengalami musibah.

3. Dari Tulisan Membawanya Jalan -Jalan ke Luar Negeri

“Alhamdulillah itu rejeki dari Allah, “ jawabnya. Waktu kuliah mbak Septi dan tim membuat karya tulis ilmiah dan penelitian di pusat prostitusi terbesar di Inonedsis. Di manakah itu? Yap Dolly Surabaya. KTI tersebut lolos pada seleksi di ICESS ( International Conference On Economic and Social Science) dan diundang untuk presentasi ke Istanbul Turki. Terbanglah mbak Septi ke Turki dengan dana sponsorship dari kampus dan beberapa lembaga pemberi dana. Perjalanan ke Istanbul ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan sangat berharga buat mbak Septi.

4. Aktivitas dan cara Membagi Waktu

Penasaran dong, kuliah, aktif sebagai volunteer, aktif dalam organisasi dan menulis tentu kesibukan tingkat tinggi. Bagaimana ya management waktunya. Yuk simak! Menurut pengakuannya, mbak Septi masih kurang pandai membagi waktu. Tapi lebih pada pembiasaan dan disiplin. Suka membuat jadwal harian agar bisa mengatur waktu kapan kuliah, rapat, kerja kelompok dan kerja. Wow kuliah sambil kerja juga.

Sewaktu kuliah, mbak Septi sudah kerja parttime pada OASE Indonesia Madani, lembaga training dan psikologi terapan serta ngajar privat juga. Berusaha untuk disiplin dengan jadwal yang sudah dibuat dan fokus, itu kuncinya. Jadi saat kuliah ya fokus kuliah, nggak mikirin pekerjaan dan organisasi. Pun sebaliknya saat kerja dan berorganisasi ya nggak mikir tugas kuliah. Mengaku kurang rajin belajar dan meyasatinya dengan fokus mendengarkan penjelasan dosen ketika ada di kelas. 

5. Blog bagi Septi

Awalnya ngeblog hanya untuk membuat tugas kuliah ditahun 2012, sudah gitu aja. Lalu menyadari punya passion menulis membuat mbak Septi harus punya wadah. Blog semacam rumah, yang di dalamnya nanti buat merekam jejak tiap kata yang pernah tertulis. Warisan buat anak cucu. Dalam pengandaiannya 50 tahun lagi blognya jadi  naskah kuno yang bisa diteliti. Semacam konsep filologi gitu, aih ilmu apaan itu? Harapannya blog mbak Septi bisa bermanfaat buat orang lain.

6. Tips Agar Konsisten Ngeblog

Agar blognya nggak sekedar iseng dan musiman, mbak Septi punya tips, diantaranya management waktu yang baik, menetapkan tujuan yang jelas, mempunyai rencana untuk konten, cari teman sejalan dan yang terakhir menikmatinya.

7. Impian yang Masih Ingin Diraih

Menjadi istri yang taat dan sholihah, melahirkan dan membesarkan generasi sholih dan sholihah serta ingin terus bermanfaat di dunia literasi adalah impian besarnya. Punya Taman bacaan dan kelas menulis untuk anak-anak serta terus berkarya adalah impian lainnya. Semoga semua impian mbak Septi segera terwujud. Aamiin.

8. Pesan dari orang muda yang produktif

Menurut mbak Septi, kunci hiudp terbaik adalah keberkahan dari Allah. Selama tujuan hidup dan segala hal dilakukan untuk mencari ridho Allah, yakinlah bahwa Allah akan selalu menolong kita. Dengan mengingat Allah akan menjadikan kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika menjadi pelajar berusaha menjadi yang terbaik agar disayang Allah. Ketika bekerja berusaha menjadi yang terbaik agar diliputi keberkahan dari Allah. Itu pesan buat para muda ya. Yang tua pun boleh kok.

Sudah cukup puas kan mengulik profile Septi Ayu Azizah, semoga dengan perkenalan ini dapat terjalin silaturahmi dan menjadi sumber inspirasi.

Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

28 komentar

  1. Baru tau aku kalau Mba septi asli dari Banjarnegara. Aku di kabupaten tetanggamu mba hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, nanti disampaikan ke mbak Septi. Dia patner tugasku. Terima kasih komentarnya ya mbak Zakia

      Hapus
  2. Semoga bisa selamat dari tendangan coach, dan lulus bareng-bareng ya Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. InsyaAllah bisa lulus bareng dan terus konsisten ngeblog.

      Hapus
  3. masya allah, hebat banget Mbak Septi. aku kuliah curhat curhatan di tumblr aja mbak 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ih. Mbak Septi keren banget. Bisa jadi mahasiswa berprestasi juga meski dengan banyak kegiatan gitu.

      Hapus
  4. Komplet banget ini. Bisa jadi referensi selanjutnya buat bikin profil. Makasih inspirasinya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak. Semoga bisa diambil manfaatnya

      Hapus
  5. Masya Allah kak Septi , keren banget

    BalasHapus
  6. Mba Septi keren menghapus trauma dengan nyemplung jadi volunteer yang justru berhubungan dengan lebih banyak peristiwa traumatik, semangat mbaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips yang berguna ya mbak. Biasa kalau trauma malah nggak mau dekat-dekat.

      Hapus
  7. Ish keren banget ini mbak septi, inspiring sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget...! Very isnpiring. Auto ingat anak gasisku

      Hapus
  8. Inspiring kisahnya, dan semoga impiannya segera terwujud Mba

    BalasHapus
  9. Wah menarik sekali ya dan kunci utama adalah keberkahan Allah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Masih muda tapi sudah dalem pemikirannya.

      Hapus
  10. Wihiii, bertemu sesama volunteer. Kak Septi ini sudah malang melintang di dunia kepenulisan yaa. Berkat menulis jadi bisa pergi ke luar negeri juga. Good job!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Meila jugak. Sesama volinteer. Keren eh.

      Hapus
  11. Ya Allah, inspiratif sekali mbak septi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak. Jadi mupeng punya anak gadis kayak mbak. Septi ini.

      Hapus
  12. Waah MasyaAllah.. sangat menginspirasi. Menarik banget bisa ikut volunteer sampai ke luar negeri. Kereenn.. kapan-kapan ajak saya mbak Septi hihii
    Mantaap untuk bunda thami, terimaksih sudah mengenalkan mbak septi dengan cerita yang waw ini. Salam semangaat bunda.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Ra juga keren kok. Ayo mumpung masih muda banyak berkegiatan agar banyak pengalaman ntar.
      Sama-sama ya Ra, Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  13. Emang kok akhwst satu ini gak bisa diem dari dulu, smg tetap produktif amah Septi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Emang bawaan dari kecil ini kayaknya. Makasih mbak, sudah berkunjung.

      Hapus
  14. Inspiring banget. Selalu salut sama kakak kakak volunteer

    BalasHapus

Posting Komentar