A directory

Tips Mengajak Anak Bijak Bermedia Sosial

  

"Andai waktu bisa diputar, aku ingin anak-anakku mengenal media sosial sebagaimana aku mengenalnya, yaitu saat aku sudah dewasa. "
Ini salah satu curhatan ibu-ibu yang resah dengan perilaku anaknya ketika bermedia sosial. Si anak yang awalnya bertingkah manis jadi suka berkata kasar. Kata-kata makian, dan bully kerap kali dilontarkan sang anak ketika ngobrol online dengan temannya. Sayangnya, waktu tidak bisa diputar. Kehadiran media sosial adalah sebuah keniscayaan beberapa tahun belakangan ini seiring dengan semakin canggihnya gadget yang ada di tangan kita.

Media sosial dihadirkan untuk memberi kemudahan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Wadah untuk saling berbagi ide, membangun jaringan, membuat komunitas virtual, sarana belajar secara daring bahkan bisa jadi alat personal branding.

Kehadiran media sosial tidak bisa kita hindari di era digital ini. Apalagi saat pandemi kemarin yang segala sesuatunya menjadi berjarak. Media sosial menjadi solusi agar tetap aktif belajar atau bekerja sekalipun dari rumah.

Mengenal Media Sosial dan Alasan Menggunakannya


Seperti namanya, media sosial adalah platform digital yang dirancang agar penggunanya dapat melakukan komunikasi dan interaksi sosial. Perkembangan media sosial juga terkait erat dengan adanya fasilitas internet. Semakin mudah dan murah layanan internet, perkembangan media sosial juga semakin canggih dengan beragam fungsi. Komunikasi, sosial network, branding, maupun marketing.

Kategori media sosial


Seakan mengenal kebutuhan masyarakat, perkembangan media sosial juga cepat dan progresif, ragam dan jenisnya pun banyak dan selalu update. Setidaknya, seperti yang dirilis oleh glints.com ada 7 kategori media sosial.
  1. Social networking seperti facebook, twitter, LinkedIn
  2. Media sharing networks, sebuah media yang bisa digunakan untuk share foto atau video, contohnya youtube, snapchat , tiktok
  3. Discussion forums, seperti quora, reddit, kaskus
  4. Social blogging networks, seperti wordpress, blogspot, tumblr, medium
  5. Social audio networks, contohnya podcast
  6. Live streaming social media, seperti youtube dan banyak media sosial yang saat ini mempunyai layanan live streaming
  7. Review networks contohnya yelp, glassdoor.

Masih banyak lagi jenis media sosial yang hadir diantara kita. Memenuhi kebutuhan berjejaring dan bersosialisasi hanya dengan duduk manis di rumah, kantor atau tempat-tempat yang nyaman lainnya. Sebaiknya kita mengenal kategori media sosial dan ragamnya ini, sebagai bahan diskusi dengan anak-anak nantinya dan mengetahui jenis media sosial mana yang menarik bagi anak-anak.

Alasan anak-anak menggunakan bermedia sosial


Berdasarkan survei kecil-kecilan Rumah Bijak Digital, sebuah tim dari ekosistem ibu pembaharu bagian dari program inovasi Ibu Profesional beberapa waktu lalu, dari respon anak-anak tentang usia 10 tahun ke atas sudah memiliki dan aktif minimal satu media sosial. Mengapa mereka harus bermedia sosial? Selain agar tetap terhubung dengan keluarga atau teman, media sosial juga menjadi sarana agar tidak ketinggalan informasi terkini atau yang sedang viral. Ada juga yang bermedsos karena iseng, mengisi waktu luang atau sekedar refreshing dari beban tugas sekolah. Apapun alasannya, sebaiknya kita mendidik anak agar bijak bermedia sosial.

Tips Mengajak Anak Cara Bijak Bermedia Sosial


Selain bisa diambil manfaatnya, media sosial juga membawa dampak negatif bagi penggunanya maupun orang lain. Wajar ketika mendengar ibu-ibu mengeluhkan penggunaan media sosial seperti ilustrasi di atas tadi. Selain adanya perubahan perilaku, seperti mudahnya berkata kasar, sering membantah, membentak bahkan ancaman meninggalkan rumah ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Efek negatif yang tak kalah memprihatinkan juga masih banyak lagi seperti bullying, kekerasan seksual virtual, penipuan, pemerasan, bahkan trafficking. Kondisi ini yang selayaknya menjadi perhatian kita agar sedini mungkin mengajarkan anak-anak bijak bermedia sosial. Secara garis besar, ada tiga cara mendidik anak bijak bermedia sosial.

Ajak ngobrol terkait media sosial


Sebelum melarang ini itu, bangun kedekatan dengan anak melalui sebanyak-banyaknya ngobrol dengan anak. Ajak anak sedari dini mengenal media sosial, apa saja macamnya, kegunaannya, efek negatifnya dan kapan waktu yang tepat mereka boleh menggunakan atau mempunyai akun media sosial sendiri.

Peraturan umum media sosial diperbolehkan bagi anak yang berusia 13+ , namun kita bisa membuat batasan sendiri kapan saat yang tepat anak-anak punya akun sendiri. Sebaiknya sebelum usia 13 tahun, anak-anak diperbolehkan menggunakan media sosial melalui akun orangtua dengan pengawasan dan kondisi yang mendesak, misalnya harus menghubungi guru atau teman.

Ajarkan anak pentingnya menjaga privasi, tidak mudah membagikan data-data pribadi di media sosial yang bisa dengan mudah diakses, disebarkan dan kemungkinan disalahgunakan. Selain data, anak juga harus mengetahui batasan membagi bagian tubuh, tetap menjaga aurat sebagaimana dijaganya di dunia nyata.

Diskusikan bareng anak, etika bermedia sosial. Batasan ujaran yang bisa disampaikan. Tidak berkata kasar, melakukan ujaran kebencian dan penghinaan, ajakan provokasi, serta penyebaran berita bohong (hoax). Kenalkan anak pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tak lupa, ajarkan anak keamanan bermedia sosial. Bagaimana menyikapi ajakan negatif, tidak membagi postingan dalam bentuk apapun yang melanggar hak orang lain atau melakukan spamming. Anak juga harus tahu bagaimana mengelola akun dengan baik, memblokir tagging postingan dan komentar yang tidak pantas.

Kenalkan anak dengan batasan


Bermedia sosial atau penggunaan aplikasi yang ada pada gadget lainnya selalu berhubungan dengan sistem limbik. Pendekatannya akan berkutat pada asik-tidak asik, seru-tidak seru,menarik-tidak menarik. Ketika asik, seru, menarik sudah menguasai sistem kerja limbik maka akan sulit berhenti. Maka, mereka akan menghabiskan waktu dengan kegiatan tersebut. Tak heran sebuah survei menyebutkan, anak muda kisaran usia 16-24 tahun di Indonesia menghabiskan waktu 180 menit tiap hari untuk bermain media sosial. Bijak bermedia sosial juga harus membatasi:

  1. Durasinya, berapa lama idealnya dalam sehari sesuai dengan value keluarga dan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh anak-anak.
  2. Lokasi, dimana mereka mengakses media sosial. Sebaiknya di tempat yang orangtua masih bisa mengawasinya.
  3. Situasi, anak mampu menempatkan diri ketika bermain media sosial.
  4. Kondisi, harus diperhatikan juga kondisi anak, jangan sampai lupa waktu dan sakit karena keasyikan. #lingkungan sekitar.

Jadilah teladan dan contoh bagi anak dalam bermedia sosial


Jangan harap anak menjadi bijak bermedia sosial kalau orangtuanya tidak bijak, karena sebaik-baik pendidikan adalah keteladanan. Kita tidak bisa berharap anak-anak bijak bermedia sosial ketika sebagai orangtua kita masih suka posting konten yang nggak penting, konten yang menimbulkan persepsi negatif dan peluang menghibah. Masih suka nimbrung di postingan gosip, suka julid, dan tindakan tidak bijaksana lainnya.

Beri contoh dengan membuat postingan yang bermanfaat, postingan kebaikan. Setidaknya setiap akan membuat konten ada tiga unsur yang bisa kita jadikan pertimbangan.
  • Edukasi
  • Berbagi pengalaman
  • Berbagi informasi yang bermanfaat

Posting curhatan kehidupan sehari-hari, flexing, ngegosip sih sah-sah aja kok, sekali tidak ada yang komplain toh media sosial sendiri. Namun, alangkah lebih elok jika kita tidak melakukannya, karena jejak digital itu tidak akan hilang. Kredibilitas kita akan terlihat dari apa yang kita posting.

Penutup


Media sosial itu sesuatu yang bersifat netral. Yang akan membawa manfaat ketika digunakan untuk kebaikan, sebaliknya akan merugikan ketika digunakan untuk keburukan. Dampak positifnya banyak, begitu juga dengan efek negatifnya. Kenali dan gunakan dengan baik agar media sosial tak jadi bumerang dalam kehidupan kita. Jangan lupa, ajari anak bijak bermedia sosial sejak sebelum anak menggunakannya.
Yuk jadi orangtua yang bijak agar anak-anak kita pun menjadi anak yang bijak ketika bermedia sosial.
Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

Posting Komentar