A directory

Webinar Creatonme: Dengan Games, Edukasi dan Bisnis Jadi Menyenangkan

6 komentar

Webinar Creatonme Eco Fun

"Aduh, gimana ya anak-anak pada kecanduan games sejak sekolah online ini, " keluh seorang ibu di komplek perumahan kami yang diaminkan oleh ibu-ibu yang lain. Saya pun sama dengan para ibu yang lain, sebelum mengikuti webinar Creatonme.

Kekhawatiran semakin menggunung setelah salah satu anak di lingkungan kami marah dan ngambek sampai pergi dari rumah ketika gadgetnya disita orangtuanya. Anak-anak lebih banyak ngegame dibandingkan belajar sudah jamak di masa pandemi ini, terlebih semua menjadi serba online. Mendadak para ibu mendapatkan pekerjaan ekstra, menjadi fasilitator belajar sekaligus penjaga keamanan penggunaan gadget. Wajar banget, selain alasan kesehatan terutama mata yang terpapar layar dalam waktu lama, kekhawatiran kecanduan games, dampak cybercrime, juga stigma negatif games yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam keluarga.

Namun, ada satu hal yang membuat para ibu lupa, bahwa bermain adalah fitrah anak. Kalau ditarik ke belakang, kita sebagai ibu tentu tak lupa bahwa dahulu bahkan mungkin sampai sekarang pun, masih merasakan bermain itu tetap menjadi hal yang menyenangkan.

Bermain merupakan aktivitas yang membuat mood atau suasana hati anak menjadi senang, lebih mudah menyerap banyak hal. Bahkan para praktisi pendidikan merekomendasikan bermain, karena selain menyenangkan, juga dapat mengembangkan kognitif anak melalui kreativitas, memecahkan masalah, menguasai konsep baru, melatih kemauan diri, kemandirian, kontrol fisik bahkan melatih kekuatan fisik melalui gerak.

Webinar Creative Economic Education Through Games Based Learning (Creatonme) : Activate Your Skill


Bukan bermain atau games yang menjadi masalah, tapi paradigma dalam memandang games dan cara membersamai anak-anak yang perlu kita ubah. Bisa jadi ada beberapa games yang tidak sesuai dengan nilai hidup kita, namun banyak juga games bagus yang bermanfaat untuk pembelajaran serta bisa jadi ladang bisnis. Pada webinar Creatonme, semua dikulik habis hingga tak ada lagi stigma negatif berlebihan pada games.

Acara yang diinisiasi EcoFun Indonesia, Asean Foundation, Empowering Youth, juga Maybank Foundation serta didukung oleh Arcanum Hobbis ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Januari 2022 dari pukul 09.00 - 12.00 WIB diawali dengan pemaparan Annisa Hasanah, founder Ecofun Indonesia yang sukses meluncurkan ecofunopoly, board games peduli lingkungan yang dimainkan oleh hampir 12 ribu orang di belasan negara.

EcoFun Indonesia dengan program games

Creatonme adalah program creative education dan bisnis yang diawali dengan keresahan anak muda menghadapi masa depan terkait job market. Cukup beralasan karena mereka berada diantara generasi terdahulunya yang memandang bahwa pekerjaan yang mapan itu menjadi pegawai atau orang kantoran yang pergi pagi pulang petang, terlebih pegawai negeri. Sementara zaman sudah jauh berubah, generasi muda saat ini adalah gen Z yang pola pikirnya melesat jauh seiring perkembangan teknologi. Pekerjaan yang flat, datar tak lagi menarik karena gen Z cenderung lebih kreatif dan menyukai tantangan.

Sifat generasi Z yang mempunyai harapan dan preferensi pilihan pekerjaan berbeda dengan generasi sebelumnya, membutuhkan skill yang lebih komplek dari sekedar pelajaran yang didapat dari bangku sekolah. Terlebih sistem pendidikan atau sistem persekolahan kita saat ini, masih jauh memenuhi skill yang diharapkan untuk menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat. 

Skill di masa depan yang harus dikuasai

Dibutuhkan cara kreatif dalam membuka wawasan, melakukan pembelajaran dan melatih skill generasi Z agar mereka tak bosan terlebih jika hanya dijejali dengan teori belaka. Cara jadul yang sudah tidak relevan. Bermain tentu saja pilihan yang tak akan ditolak oleh anak-anak karena games learning mempunyai banyak keuntungan, diantaranya:
  1. Banyak misinya
  2. Interaksi para pemain
  3. Diskusi dalam permainan untuk menyelesaikan tantangan
  4. Menarik, seru dan menyenangkan

Program Creatonme

Menyelami makna kalimat bijak Chinese Philosopher Lao Tzu:
"Memberikan seseorang ikan, maka ia bisa makan sehari, tapi jika diberi pancing maka ia bisa makan seumur hidup. "
Dengan prinsip ini Creatonme membuat program edukasi ekonomi kreatif yang terdiri dari rangkaian training of trainer (TOT), workshop game selama 8 hari dan webinar skala Asia. Sukses pada batch pertama di tahun 2021 dengan output terbangunnya rasa percaya diri anak muda, board game prototype, game testing dan riset akses inkubasi bisnis, mentoring serta pendanaan. Selanjutnya Creatonme berupaya menjaring anak-anak muda yang mempunyai minat tinggi terhadap ekonomi kreatif khususnya pengembangan skill game dan mencari mitra kolaborator serta donor pada batch berikutnya. 

Skill Creatonme setelah workshop

Setelah workshop, ada beberapa skill yang bisa dikuasai para peserta. Skill ini berguna banget untuk mengembangkan board games dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman. Para muda tak perlu takut menghadapi masa depan karena peluang job market semakin luas.

Games Based Learning, dari Pengelolaan Ekonomi, Lingkungan hingga Pembullyan


Menyimak penuturan perwakilan grup game developer pada workshop Creatonme batch 1, meski hanya 5 menit waktu yang diberikan untuk memaparkan game buatan mereka, sungguh membuat mata berbinar bahagia. Terbayang pelajaran yang asyik dan menyenangkan. Kerennya, materi dalam board games ini, mereka buat berdasarkan SDGs, seperti ekonomi, lingkungan, pendidikan berkualitas dan kesehatan mental. Simak nih! 

Pertama, Water Trip

Dipaparkan oleh Aditya Aji, permainan ini terdiri dari map, kartu peserta dan pion dengan goal, membangun istana air dan pH level. Mengangkat tema lingkungan, board games ini sangat menarik, membuka wawasan bagaimana perjalanan air dalam kehidupan dan menumbuhkan kepedulian pentingnya menjaga kelestarian air.

Kedua, Worka

Salman dari grup yang diberi nama Assassin Fish menjelaskan bahwa game ini mengangkat tema profesi dan skill ekonomi. Dalam game ini kita dapat melatih strategi menghadapi resiko, dan mengambil keputusan dalam berkegiatan ekonomi. 

Ketiga, Nusantara Hunt Culture 

Terinspirasi dari SDG's pendidikan berkualitas game ini bertemakan budaya Indonesia. Menumbuhkan wawasan kebangsaan seasyik bermain begini, siapa yang bakalan nolak. Nggak perlu belajar menghafal sejarah dan budaya bangsa yang membosankan lagi deh. 

Keempat, Ijime

Ijime adalah games yang mengangkat SDG's Kesehatan mental, bertemakan kasus pembullyan game ini memberi skill bullying, jenis-jenis bully dan bagaimana menghadapi pembully.

Anak-anak muda peserta worshop Creatonme batch 1 ini sudah membuktikannya, bahwa mereka mampu membuat game yang memudahkan dan menyenangkan untuk belajar. Belajar seasyik bermain, siapa yang nggak mau, ya kan. Jadi ingat saat masih mengajar dulu, semua anak sepakat bahwa belajar dengan bermain itu seru. Beberapa skill yang terdapat pada game based learning :
  1. Collaboration
  2. Problem solving
  3. Leadership
  4. Critical Thinking
  5. Conflict Resolution 
Jadi mari kita bermain, dan jika permainan itu tak asyik maka kita sedang tidak benar-benar bermain.

Menarik, Dukungan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), ASEAN Foundation dan Maybank Foundation


Kegiatan ekonomi kreatif, masih menyediakan ruang yang luas untuk anak muda mengembangkan skill dan bisnisnya. Sekelas Disney bisa menghargai sebuah karakter senilai jutaan dolar, seorang data analis bisa mengantongi pendapat ratusan ribu dolar dan banyak lagi job market yang bisa diakses anak muda kreatif di masa kini demikian penuturan Bapak Syaifullah, SE, M. Ec. Ph. Direktur Aplikasi dan Permainan, TV dan Radio Kemenparekraf. 

Peluang board game di Indonesia

Indonesia merupakan pasar game terluas, nomor 16 di dunia, sementara perkembangannya sangat cepat sekali sehingga peluang bisnis masih terbuka lebar. Terlebih negeri kita memiliki keragaman baik itu suku, budaya, dan khazanah kedaerahan lainnya termasuk game tradisional. Sayangnya packing game tradisional masih kurang menarik sehingga kalah dengan game online yang terus berkibar seiring kemajuan dunia digital. Kesempatan baik untuk board game di Indonesia antara lain:
  1. Sejak pandemi melanda negeri, masyarakat lebih banyak di rumah saja sehingga kegiatannya terbatas
  2. Pandemi membuat masyarakat jenuh dan mencari hiburan
  3. Positioning board game sebagai game edukasi dan alternatif pembelajaran
  4. Transformasi event pitching online membuka kesempatan eksposur lebih luas lagi
Sementara itu tantangan juga banyak, antara lain:
  1. Perilisan board game masih terkendala manufaktur provider luar negeri
  2. Event penundaan offline akibat pandemi
  3. Transformasi online mengurangi kesempatan promosi board game
  4. Pemetaan, awareness board game kultural masih sangat rendah. 
Pemerintah sendiri melalui Kemenparekraf memberi dukungan penuh pada kegiatan ekonomi kreatif termasuk game antara lain dengan:
  1. Kesempatan yang luas untuk mengembangkan riset
  2. Dukungan pada pengembangan talenta
  3. Fasilitas pendanaan dan pembiayaan ada BIP, Gelora dan Nyalakan.id
  4. Pengembangan sistem pemasaran
  5. Pemberian intensif (membeli game lokal)
  6. Penyediaan infrastruktur dan hibah
  7. Fasilitas kekayaan intelektual melalui HAKI
Menarik banget kan, pemerintah mendukung penuh pada kegiatan ekonomi kreatif bahkan jika ada yang game developer yang siap dengan karya mereka, pemerintah siap dengan intensif yang menarik. Dulu nggak pernah terpikir, bahwa bermain dan membuat permainan mempunyai peluang menjadi sumber pendapatan. 

Selain Kemenparekraf, ASEAN Foundation dan Maybank Foundation juga memberikan dukungan pada kegiatan para muda ini karena mereka percaya bahwa pemuda hari ini adalah masa depan. Fokus mereka pada program berkelanjutan yang memberikan manfaat pada pertumbuhan ekonomi dan masyarakat jangka panjang untuk kontribusi pada kemajuan masyarakat di mana saja khususnya di ASEAN. Hal ini terlihat sudah beberapa kali kegiatan Empowering youth di adalah sejak beberapa tahun yang lalu. 

Melalui pemaparan Dr. Yang Mee Eng ( The executive director of ASEAN foundation) juga sambutan dari Mr. Khairudin Abdul Rahman (Chief executive officer Maybank foundation) terlihat dukungan mereka pada kegiatan pemuda dari berbagai negara di ASEAN. 

Ketika Bermain Menjadi Media Pembelajaran, Wadah Pengembangan Diri dan Bisnis


Kalau masih beranggapan bahwa bermain atau ngegame hanya kegiatan yang sia-sia belaka, anda salah besar. Dua narasumber dalam webinar Creatonme kali ini membuktikan bahwa bermain itu juga belajar, bahwa bermain itu bisa menjadi bisnis yang menjanjikan, dan bermain itu tidak main-main. 

Septi Peni Wulandani, dari Playground di rumah menjadi sekolah dan komunitas yang mendunia


Septi Peni Wulandani, seorang founder sebuah sekolah yang keren di kota Salatiga. Sekolah yang mengubah paradigma bahwa belajar itu harus mendengar penuturan guru, membaca teks book, lalu mengerjakan tugas atau PR menjadi sekolah dengan game based learning dalam kegiatan pembelajarannya. Ada tiga hal yang tidak ditolak oleh anak-anak, bermain, bercerita dan hadiah, begitu mantra sakti Ibu Septi dalam pendekatan belajarnya. Pendekatan ini juga diterapkan dalam mendidik anak-anak beliau di rumah yang memang memilih homeschooling sebagai cara belajar mereka.
 
Lesson Plan yang asyik

Gimana nggak asyik jika lesson plannya saja sekeren ini? Menurut Bu Septi, gamifikasi dalam pendidikan itu mempunyai tujuan utama menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran bukan objek. Sehingga guru menjadi sosok yang asyik, teman bermain, teman belajar, dan teman diskusi. Gamifikasi dalam pendidikan membuat anak:
  • Mengenal badges
  • Mengenal poin
  • Menilai melalui pencapaian
  • Pekerjaan rumah menjadi hal yang ditunggu
  • Kompetisi untuk berpartisipasi
  • Supervisi dan kerjasama tim
  • Ruang kelas bisa dilakukan di mana saja
Begitu juga ketika anak-anak beliau menyukai game online, tidak lantas membuat panik dengan aneka kekhawatiran dan larangan. Keren ya, nggak seperti saya, serasa jadi polisi game buat anak-anak. Bu Septi memilih ikut bermain, dan merasakan keseruan, sehingga beliau tahu oh gini nih asyiknya main game. Pantas saja anak-anak suka game karena mereka mendapat apresiasi dan selalu ada challenge yang menarik. Pada akhirnya justru anak-anak akan tahu mana game yang bagus dan mana yang bahaya buat mereka. Tahu dengan kesadaran sendiri lebih nancep daripada tahu dengan dipaksa untuk tahu bukan? 

Selain sekolah formal, Ibu Septi juga founder sebuah komunitas dengan berbagai komponen yang beranggotakan para ibu dari seluruh Indonesia bahkan hingga manca negara. Ibu Septi kecil menyukai permainan, bahkan sekolah dan berkegiatan juga bermain baginya, sehingga semua dilaluinya dengan binar bahagia. 

Ketika menikah dan memutuskan menjadi ibu yang bekerja di ranah domestik, Ibu Septi mengubah kegiatan domestik menjadi sebuah playground yang menarik. Semua kegiatan yang bagi orang lain dianggap hanya urusan dapur-sumur-kasur, namun bagi ibu yang satu ini dilakukan dengan penuh makna. Pada akhirnya dari playground di rumah, bisa mengubah dunia. Sebuah wadah pengembangan diri bagi ibu dan kaum perempuan diinisiasi dari proses bermain di playgroundnya. 

Maka, siapa yang bergabung dengan komunitas yang didirikan oleh Ibu Septi pasti mengetahui dan merasakan serunya belajar dengan gamifikasi yang keren banget. Pembelajaran online dengan durasi sepanjang satu tahun pun nggak terasa belajar dengan game. Seru, penuh kejutan, dan membahagiakan. 

Arcanum Hobbies, dari hobby menjadi ladang bisnis


Arcanum Hobbies yang jadi bisnis

Galih Aristo, sejak kecil mempunyai hobby bermain terutama board games. Awalnya hanya dilakukan dalam lingkup keluarga, lalu satu persatu teman dan penyuka board games bergabung. Akhirnya Galih Aristo membuka garasi rumahnya untuk gathering board games di tahun 2014. Board games yang dimainkan juga tak sebatas ular tangga, monopoli, atau halma tapi sudah semakin komplek tingkat tantangannya. 

Peminat board games terus bertambah hingga garasi rumahnya tak memungkinkan lagi sebagai tempat gathering, maka Aristo mengembangkan hobinya menjadi ladang bisnis dengan membuka toko di kawasan yang cukup strategis di Kuningan City.  Toko ini melayani jual beli dari pukul 10.00 sampai 22. 00 WIB. Selain menyediakan berbagai board games yang bisa dibayar dan dibawa pulang, toko ini juga menyediakan arema bermain yang cukup luas. Ada beberapa meja permainan dengan kapasitas 20 orang tiap meja. 

Ada juga hosted play session dengan GM Arcanum setiap hari Rabu hingga Minggu dari pukul 13.00 sampai 22.00 WIB. Jadi kalau pulang kantor trus Jakarta lagi macet banget gitu, nunggu lancar bisa banget nih main board games di Arcanum. Ada ratusan game yang bisa dimainkan baik lokal maupun non lokal. Setidaknya games lokal ada 15 judul, seperti Monas Rush, Lelang Mania atau Kakak Teladan. Menarik nih. Sementara yang terbaru juga ada, seperti Rising Sun, Black Orchestra juga Game of Trune:Catan. 

Di Arcanum juga ada fasilitas belajar membuat game melalui kegiatan Arcanum Academy ( AA) , yaitu program pelatihan merancang board game yang dibuka untuk umum baik itu pemula yang berminat membuat game maupun yang sudah berpengalaman dan ingin menambah skill perancangan board games. Seru ya. Dari game bisa menciptakan peluang bisnis beragam gini. 

Penutup


Let play and make an impact, demikian jargon Creatonme. Bermain itu memunculkan energi yang tak pernah habis. Dengan board games, belajar pun serasa bermain, interaksi dengan orang lain terbangun dan sarana latihan menyelesaikan masalah komplek. Webinar Creatonme, membuka wawasan manfaat game itu banyak, meski tak dipungkiri ada game yang kurang baik. Fokus kita bukan pada adiksinya saja tapi kita juga mendapat inspirasi dari games. 

Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik bagiku.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

6 komentar

  1. Betul banget deh kalau orang tua sering lupa bahwa fitrahnya anak ya bermain. Kadang ngga bisa terima kalau yg dilihat sepanjang waktu tuh anak pasti lagi main hehehehe.... keren ya pembahasan bu septi peni menjadi jawaban utk ini. Gamifikasi saja ...

    Nice post mbaaa... thanks for sharing

    BalasHapus
  2. Sejuta umat banget ya Mbak kekhawatiran dengan anak-anak yang kecanduan game online. Padahal kalau dilihat lebih dalam, ada banyak hal yang bisa dipilih dan dipelajari.

    BalasHapus
  3. mampir kesini langsung salpok sama bio, "waah..... bunda ini sih benar-benar sudah berpengalaman banget tentang mengurus anak" ucap saya dalam hati.
    bermain game memang cara asyik buat belajar, karena bawaannya selalu hepi.

    salam kenal ya mbak,
    salam blogger dan salam HOKI

    BalasHapus
  4. MasyaAllah penyemangat nih bun tulisannya. Semoga saya bisa membersamai anak dengan bermain :)(

    BalasHapus
  5. Aku salfok sama bio nya... "menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif". ... Sampai pada titik akhirnya aku ikhlas jd ibu 3 anak dan melepas keinginan2 pribadi aku. Salahsatunya harus sabar mendampingi saat bermain hehe... ^^

    BalasHapus
  6. Wah, menarik sekali infonya, mba. Arcanum Hobbies, bisa buat destinasi main sama anak niy. Terima kasih, mba Tami

    BalasHapus

Posting Komentar