A directory

Serunya Questival Kemerdekaan Para Ibu Pembaharu

11 komentar


Hai... ! Gimana suasana perayaan 17 Agustusan di lingkungan teman-teman? Seru pastinya. Meski tahun ini perayaan kemerdekaan masih dalam suasan pandemi, tapi tetap tak menggurangi kegembiraan kita kan ! Nah salah satu caraku merayakan kemerdekaan adalah ikut questival kemerdekaan bareng teman-teman ibu pembaharu di Institut Ibu Profesional.

Ibu Pembaharu dan Pesta Kemerdekaan


Ibu pembaharu adalah salah satu misi kelas bunda shaliha di Institut Ibu Profesional karena setiap ibu adalah agen perubahan atau the changemaker. Di kelas ini, kita diharapkan menjadi para pembaharu yang bisa memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat luas. Kami membentuk tim sesuai masalah yang kami hadapi dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikanya masalah itu sebagai tantangan untuk mendapatkan solusi. Jadi harapannya, kami menjadi problem solving buat diri sendiri, keluarga maupun masyarakat yang mempunyai masalah yang sama.

Tentunya momen perayaan kemerdekaan ini tak akan kami lewatkan, di samping memaksimalkan peran juga sebagai sarana uji kekompakan tim. Kerja tim itu tidak hanya selesai sampai akhir kelas bunda shaliha tapi menjadi filantrofi yang mampu  berkontribusi lebih banyak lagi pada masyarakat sekitar. Jadi sebelum memdapatkan amanah lebih banyak kelak sebagai pelayanan pada masyarakat, kesolidan tim harus teruji.

Questival Kemerdekaan


Kok questival bukan festival? Pertanyaan pertamaku ketika membaca agenda ini. Oh iya kalau festival itu semacam pertunjukan sementara questival berakar kata dari quest yang artinya pencarian. Jadi questival itu pertanyaan-pertanyaan pencarian, dan kita peserta harus aktif bukan sekedar menjadi penonton perayaan. Baiklah mari kita menerima tantangan ini.

Pra questival


Sebelum masuk pada questival yang sesungguhnya, tantangan pengantarnya adalah berani mencoba sesuatu yang baru. Mengunakan aplikasi reel pada instagram salah satunya. Wow ! Jika sebelumnya hanya tahu konten reel yang dibuat oleh orang lain, kini saatnya mencoba. Tantangannya ketika dalam satu tim nggak semua langsung bisa mengunakan aplikasi ini jadi kita tertantang untuk saling belajar dan saling memberi enrichment. Serunya, saat harus nyuting vidio sampai malam agar bisa ikut berperan dalam tim. Hasilnya berupa reel yang mempresentasikan kemerdekaan ala tim kami Rubi Digi atau rumah bijak digital.

Tantangan pertama : Jelajah pulau terluar


Nggak nyangka deh tantangannya sekeren ini, Bu Septi memang out the box idenya. Tantangan ini menggugah semangat cinta tanah air dan menghargai perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Bagimana tidak ? Selama ini kita hanya mengenal sebagian kecil bumi pertiwi ini sementara tanpa kita sadari, nusantara yang membentang luas dari timur hingga barat ini sungguh luar biasa. Setidaknya di samping pulau-pulau besar, tersebar ribuan pulau kecil dan ada 111 pulau terluar yang merupakan aset penting bangsa ini.

Kami harus memilih 3 dari 111 pulau terluar untuk dijelajahi secara virtual dan mencari keunikannya. Alhamdulillah satu diantaranya sudah pernah aku jelajahi, jadi selain tahu persis bagaimana wilayah dan keunikannya juga mendapatkan dokumentasi riil. Setelah melalui diskusi panjang akhirnya jadilah vidio tentang 3 keunikan pulau terluar ini dengan pengantar suara yang merdu milik salah satu teman di tim. Keren, bisa di serahkan ke kemendiknas jadi bahan pembelajaran nih.

Selain jelajah pulau kami juga mendapat x-tra miles berupa membuat lirik tentang Indonesia, merdeka dan ibu pembaharu lalu menyanyikannya bareng acapela @indomusikteam. Aku dan beberapa teman dalam tim berkontribusi membuat lirik lagu, setelah bongkar pasang akhirnya sebuah lirik disepakati dan malam itu reel duet antara tim Rubi Digi dengan Indomusikteam  bisa tayang di instagram.

Tantangan ke dua : Makna kemerdekaan dalam obrolan dapur ibu


Setiap Rabu dan Sabtu sore, ada program obrolan dapur ibu yang dipandu oleh Bu. Septi Peni Wulandani dan Pak. Dodik Maryanto. Nah clue dari tantangan ini dalah masuk ruang-ruang obrolan dapur ibu dari episode 138-139-140 dan 141 lalu mencari makna, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Obrolan dapur ibu pada empat episode itu memang sarat makna, pembahasannya masih seputar merdeka dan kemerdekaan tapi kita banyak mendapat insight yang berbeda yang mampu merubah paradigma kita tentang kemerdekaan diri, keluarga maupun bangsa.

Di ruang 138 kita menemukan arti kemerdekaan sebagai diri sendiri. Orang yang merdeka adalah mereka yang tidak menindas orang lain maupun tertindas. Izinkan diri kita untuk merdeka karena sering kali bahwa kemerdekaan itu bukan karena penindasan melainkan karena kita sendiri yang tidak mengizinkan diri kita menjadi orang yang merdeka dan masih bergantung dengan orang lain. Merdeka itu tidak bergantung pada makhluk apapun dan siapapun tetapi hanya bergantung pada Allah SWT.

Di ruang 139 kita mendapat makna kemerdekaan yang harus diperjuangkan oleh setiap individu yang ingin merdeka. Maknai bulan perjuangan ini untuk memerdekakan diri sendiri dan orang lain.

Di ruang 140 kita menemukan kenyataan bahwa orang Indonesia masih memeliki 6 karakter ini. Di mulai dari ibu yang mengajarkannya ke anak, keluarga, kemudian masyarakat sekitar. Enam karakter tersebut adalah:
  1. Hipokrit
  2. Enggan bertangung jawab
  3. Jiwa feodal
  4. Percaya tahayul
  5. Artistik
  6. Watak lemah

Putus mata rantai ini dengan melatih anak bertanggung jawab , tidak berwatak feodal dan teguh dalam prinsip.

Di Ruang 141 kita menemukan mutiara agar menjadi pribadi yang memiliki jati diri, berdaulat dan bermartabat. Beberapa proses harus dilalui untuk itu :
  1. Memahami jati diri
  2. Menerima kondisi diri
  3. Hadirnya kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain.

X-tra miles pada hari kedua ini adalah menjawab pertanyaan – pertanyaan seputar kemerdekaan. Jadi membuat reel lagi dan kali ini aku berkontribusi menjawab pertanyaan tentang perjuangan untuk menjaga kerukunan dan toleransi. Seru , meski hanya satu kalimat take videonya berulang kali. Begini nih kalau jadi artis (* ketawa jahad.

Tantangan hari ke tiga : Menemukan hidangan istimewa


Clue dari tantangan ke tiga ini adalah menemukan hidangan istimewa. Apakah itu? Orang Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan hidupnya dan memerdekakan orang lain. Ada di sekitar kita atau bahkan di luar lingkaran kita. Siapa saja yang kadang bahkan tak terlihat ketika kita tak mencarinya, tidak harus orang terkenal karena bisa saja ‘sesiapa” itu memilih jalan sunyi.

Setelah diskusi panjang dengan tim akhirnya disepakati “sesiapa” itu adalah sang Inspirator Ibu Profesional, para Ibu Pembaharu dan siapapun dia yang bergelar Ibu. Jadilah reel dengan iringan musik yang mengharu biru tetang sosok ibu.

Sementara itu x-tramilenya adalah tuzoombelasan. Apa pula itu? Jadi kita akan ikutan lomba tujuhbelasan bersama tim sendiri dan tim ibu pembaharu lain. Disepakati ikut lomba sambung ayat, tebak nama provinsi, tebak nama tokoh , sambung lagu dan tebak kata. Sementara teman yang lain ikutan lomba merias wajah. Seru banget, ketemu teman-teman di tim lain dan kita berlomba dengan sportif.

Penutup


Seru-seruan questival kemerdekaan ini ternyata tidak sekedar permainan belaka tapi ada banyak makna yang bisa kita gali. Tentang mencintai tanah air, tentang makna merdeka, juga tentang perjuangan menjadi pribadi yang merdeka dan memerdekakan orang lain. Tentang mereka yang sudah merdeka dan terus menjadi pribadi merdeka meski berada di jalan sunyi.







Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

11 komentar

  1. Masya Allah menarik banget bu acaranya. Walaupun pandemi gini tetapi bisa melakukan banyak hal secara virtual untuk merayakan kemerdekaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Semua serba virtual di masa pandemi ini

      Hapus
  2. Keren-keren program Agustusannya bu Tami, apalagi tema menjelajah pulau luar dan makna kemerdekaan dalam obrolan dapur ibu. Keren dan bermakna banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran keren ini. Nggak nyangka peringatan kemerdekaan bisa sekeren ini. Biasa lomba makan kerupuk...

      Hapus
  3. Saya nggak nerusin ke kelas Bunda Shaliha. Berarti waktu itu kita satu angkatan di kelas Bunda Cekatan dong ya, Bu Tami. Sukses dan lancar belajarnya ya, Bu. Lulus dengan hasil yang bisa bermanfaat buat sekitar. Termasuk saya yang jadi bisa tahu gambaran tentang kelas Buncek ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih... Mbak Desi kita satu angkatan di Bunda Cekatan.

      Hapus
  4. Barakallah bu Tami, sukses yah....

    BalasHapus
  5. Waaahhh Barokallah Bu tamiii... Semoga selalu sukses dan sehat sehat yaaa

    BalasHapus
  6. Wah ibu profesional beneran digarap profesional ya sama bu septi. Salut banget, super keren

    BalasHapus
  7. Seru banget kegiatan 17-annya bun. Jadi penasaran dengan video reels-nya. Videonya bisa dilihat di mana ya bun?

    BalasHapus
  8. Last year, town doubled the charge it costs for slot machine licenses and decided to place a limit on the number of slot machines it might allow. Even although Holland estimated he’s gained round $4,500 from the video gaming machines, that isn’t the only reason he likes them. There are two other 1xbet korea companies with slot machines on the identical corner as Curly’s Corner Market. Supporters of the slot machines, nonetheless, nonetheless assume they can accomplish what Illinois and other states have in the final decade.

    BalasHapus

Posting Komentar