A directory

Personal Branding: Unikmu Tak Sekedar Beda

4 komentar
Personal branding unikmu



Assalamu'alaikum, Readers

Rasanya beberapa hari ini otakku dipenuhi dengan kosa kata personal branding. Bukan saja karena tugas dari blogspedia ini, tapi beberapa status teman di media sosial juga sedang membahas masalah ini. Ada apa dengan personal branding? 

Tak jarang kita menjumpai penggunaan media sosial bukan untuk seharusnya, iya sih wajar sebenarnya toh akun personal juga bebas mau ngapain aja. Tapi bukankah itu representasi diri kita? Seharusnya media sosial itu, kita gunakan untuk mengangkat nilai - nilai kita sebagai manusia, tapi nyatanya tak sedikit yang justru malah merendahkan dirinya sebagai manusia dengan status dan komentar yang menunjukan kita orang yang kasar, sok tahu, baperan, julid, membully dan menyebarkan hoax. Demikian seorang teman menuliskan keresahannya yang kurangkum sesuai pemahamanku.

Mak Jleb rasanya baca keresahan temanku itu, ah iya jangan - jangan selama ini aku seperti itu. Apa yang orang lain baca dari setiap status dan komentar kita di media sosial itu sebenarnya adalah gambaran diri kita. Secara tak sadar kita sudah membangun citra diri kita entah itu positif maupun sebaliknya. 

Tentang Personal Branding 


Meski sudah tak asing dengan premis ini, tapi baru kali ini benar-benar memberi perhatian lebih. Ah iya, sebagian orang yang introvert sebenarnya aku tak pernah peduli dengan penilaian orang lain. Apalagi harus membangun personal branding, suatu pekerjaan besar menurutku. Nggak mudah. 

Menurut berbagai sumber, kesimpulanku tentang personal branding adalah citra diri seorang manusia berdasar apa yang diyakininya sehingga menjadi suatu tindakan yang konsisten dilakukan. Membangun personal branding adalah melakukan tindakan untuk mempromosikan, mengembangkan dan mempertahankan reputasi serta kesan individu yang baik. Jelasnya kita ini ingin dikenal sebagai apa dan bagaimana, begitu. 

Urgensi membangun personal branding

Pernah terpikir nggak jika tiba-tiba ada orang ngomong ke kita tentang suatu pekerjaan tapi kita nggak kenal orang itu sebelumnya? "Siapa Elu? " Pasti itu yang terlintas di pikiran kita. Setidaknya seperti itulah kita yang tiba-tiba ngaku sebagai blogger tapi nggak jelas blognya apa, tulisannya tentang apa. Disaat lain, kita bertanya-tanya mengapa tulisan orang itu selalu disukai pembaca? Padahal itu nggak tiba-tiba, ada proses panjang yang dilakukannya. 
  1. Melalui proses belajar yang panjang, menggabungkan ilmu internet, marketing dan menulis. 
  2. Melakukan personal branding, dengan baik
  3. Menunjukan keotentikan dirinya, menjadi unik dan tidak sekedar berbeda saja tapi mampu mencari ceruk pasar tulisannya (niche market
Lalu apa sih gunanya personal branding, kan nulis ya nulis aja, mau dibaca orang atau tidak nggak masalah. Iya itu aku yang dulu, setidaknya sampai tulisan ini dibuat. Saat balik lagi buka alasan ngeblog salah satunya adalah menumbuhkan dan menularkan karakter baik, nah kan. Gimana bisa menularkan kalau tidak diketahui orang. Bagaimana bisa bermanfaat kalau hanya disimpan? Dari situlah mulai deh berani menuliskan mengapa harus melakukan personal branding

Semakin percaya diri

Buat orang yang pernah menderita penyakit insecure tingkat tinggi, rasa percaya diri itu seperti sebuah khayalan. Setelah menelisik lebih dalam lagi, jika semua yang kita lakukan adalah kebaikan kenapa mesti nggak percaya diri. Kita sedang membangun citra baik yang sesungguhnya bukan sekedar pencitraan yang dibuat-buat. 

Menciptakan relasi 

Sewajarnya suatu hubungan tercipta karena saling mengenal dan mempunyai minat pada bidang yang sama. 

"Ruh-ruh bagaikan pasukan yang dihimpun dalam satu kesatuan, jika saling mengenal ia akan bersatu dan jika saling asing satu sama lain ia akan berpisah". (HR. Muslim 6376)

Tampilan kita yang baik akan menarik orang lain membangun relasi, dan ini harus ditunjukan. Bagaimana orang lain tahu bahwa kita orang baik jika kita tak menampakan kebaikan kita. Ini buka sekedar menampakan kebaikan agar dipuji, tapi kebiakan yang sudah melekat dalam diri dimana pun adanya. Demikian juga dengan skill yang kita miliki, orang lain tak akan pernah tahu jika kita tak mengambarkannya dengan baik.

Nilai kredibilitas kita

Dengan personal branding kita, orang lain bisa menilai seberapa jauh kemampuan kita dibidang yang kita minati sehingga menarik orang lain untuk melakukan kerja sama. Sangat wajar orang terkesan dengan pandangan pertama, dan kesan pertama itulah yang menentukan berlanjut atau tidaknya suatu relasi. 

Merupakan wujud keotentikan kita

Setiap individu itu diciptakan spesial, tak ada yang sama. Demikian juga isi kepalanya. Meski membahas tema yang sama tapi sudut pandangnya tetap akan berbeda. Anehkan kalau ada tulisan yang sama persis? Kok bisa gitu lho. Karena kita spesial, maka tugas kita mencari apa sih yang uniknya kita. 

Caraku Membangun Personal Branding


Awalnya galau juga sih, seperti apakah diriku dan blogku? Duh Ibok, sekian tahun hidup kok nggak kenal diri sendiri sih! Padahal pernah lho ikut pelatihan membangun personal branding. Eh iya..ya. Jadi kiatnya apa sih?
Kartu nama Tami

Mengenal diri 

Ingin orang lain tahu siapa diri kita, tentunya tergantung bagaimana kita mengenalkan diri kita. Makanya yang pertama kali kita lakukan agar orang lain mengenal diri kita sebagai apa ya lakukan proses pengenalan diri terlebih dahulu. Sebagai educator, itulah diriku. Meski tak lagi mengajar di sekolah formal tapi saat ini sebagai home educator dan praktisi homeschooling. Kedepan aku akan banyak menulis tentang ini. 

Bangun dan kembangkan attitude yang baik

Salah satu cara personal branding kita adalah dengan terus membangun sikap yang baik. Bukan pencitraan dalam arti negatif atau dibuat-buat ya, pasti setiap orang punya kelebihan di balik kelemahannya. Jangan terpaku pada kelemahan tapi fokuslah pada kelebihan. Nah kelebihan inilah yang terus dipupuk dan dikembangkan. Dalam istilah talent mapping,:
"Hendaknya kita meninggikan gunung bukan meratakan lembah". 

Terus belajar hal baru

Ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, terlebih ilmu informatika ini, sekejap saja sudah ada ilmu baru lagi. Menulis dengan berbekal ilmu digital marketing, tentu berbeda dengan menulis konvensional. Makanya update Ilmu itu perlu. 

Membuat content yang menarik

Meski masih menjadi PR besar bagiku, aku akan berusaha membuat content yang menarik dengan terus belajar kepenulisan, banyak membaca buku dan blogwalking pada blog-blog yang relevan. Tak kalah pentingnya adalah rutin update artikel di blog. 

Aktif di media sosial

Di era ini, media sosial suatu keniscayaan. Terlepas dari apapun dampak negatifnya, media sosial ibarat pisau bermata dua, tinggal kita yang bijak menggunakannya. Untuk kebaikan kah atau keburukan semua efeknya akan kembali ke kita juga. Namun tak dapat dipungkiri media sosial masih menjadi salah satu sarana branding yang cukup menjanjikan. 

Membangun lingkungan yang mendukung

Suatu kebaikan tak bisa kita pikul sendiri kita butuh orang lain untuk bekerja sama dan saling mendukung. Salah satu caranya kita bisa bergabung dalam suatu komunitas, selain semangat kita terus terjaga, kita juga bisa berjejaring. 

Blog Seperti Apa Sih Thamilestones itu? 


Pada blog ini, aku ingin dikenal sebagai seorang ibu yang punya perhatian lebih pada dunia pendidikan. Sesuai latar belakang pernah menjadi pendidik di sekolah formal, dan menjadi praktisi homeschooling. Disamping itu, ada beberapa hal yang menarik bagiku tapi masih terkait dengan dunia pendidikan yaitu literasi. Hobby jalan-jalan dan kuliner juga akan menjadi bagian tersendiri dalam blogku karena jalan-jalan juga masuk dalam kurikulum homeschooling anak-anakku. 
Blog ibu beranak banyak

Blog ini juga gambaran kehidupan ibu beranak banyak, yang tentang usianya beragam. Ada yang sudah dewasa dan sedang bersiap memasuki gerbang pernikahan, tapi ada juga yang masih anak-anak yang sering mengajak bermain. Unik kan, kadang si ibu harus bermain banyak peran, sebagian ibu, teman dan sebagai guru serta murabbi. Seru. 

Tami adalah nama panggilanku, branding yang terbangun selama ini adalah bunda Tami. Sedangkan milestones adalah jejak langkahku. Blog ini adalah salah satu jejak langkahku setelah sekian lama aku menyelami peran dan potensi diriku. Agak terlambat sih sebenarnya, meski kenal blog dan membuat blog sudah sejak 2009. Jadi Tha Milestones adalah jejak langkah baru menjadi blogger profesional. 

Akhirnya 


Setelah agak goyah dengan pilihan blogku, kini aku mantap bahwa personal branding blogku adalah catatan kisah seorang ibu beranak tujuh dengan segala pernak-perniknya dalam membersamai anak-anak menuju usia dewasa yang sebagian besar memilih homeschooling dan menjadi hafizh Qur'an.
Tami Asyifa
Seorang ibu dengan 7 anak, saat ini sedang menikmati menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya tapi tetap produktif. Pendidikan dan literasi adalah bidang yang menarik baginya.

Related Posts

4 komentar

  1. Mudah2an nilai kebaikanlah yang melekat menjadi personal branding kita ya Bun...

    BalasHapus
  2. Berbagi pengalaman bercerita membesarkan tujuh orang anak, nggak semua ibu ngerti, lho, Mbak. Dan ini unik. Pasti seru nih, banyak ilmu.

    BalasHapus
  3. Lengkap sudah segala soal Branding, udah ditulis di sini :)

    BalasHapus
  4. Semangat meninggikan gunung untukku dan teman-teman. terus bertumbuh menjadi lebih baik.

    BalasHapus

Posting Komentar